Interstellar: Perjalanan Melintasi Ruang dan Waktu Demi Kelangsungan Kemanusiaan
Oleh: JETSPIN88
Pada Tanggal: 13/02/2026

Sejak dirilis pada tahun 2014, Interstellar bukan sekadar menjadi film fiksi ilmiah biasa; ia telah bertransformasi menjadi sebuah fenomena budaya dan teknis yang mendefinisikan ulang cara kita melihat sinema bertema luar angkasa. Disutradarai oleh Christopher Nolan, film ini menggabungkan akurasi ilmiah yang ketat dengan narasi emosional yang sangat manusiawi. Di balik kemegahan visual lubang hitam dan galaksi jauh, Interstellar sebenarnya adalah cerita tentang cinta seorang ayah kepada putrinya.
1. Premis dan Latar Belakang: Bumi yang Sekarat
Cerita dimulai di masa depan yang tidak terlalu jauh, di mana Bumi tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi manusia. Fenomena yang disebut “Blight” (Wabah Tanaman) telah menghancurkan hampir semua jenis tanaman pangan. Oksigen menipis, dan badai debu raksasa menjadi pemandangan sehari-hari yang mematikan.
Dunia telah berubah menjadi masyarakat agraris yang putus asa. Teknologi tidak lagi dipuja; sebaliknya, sejarah ditulis ulang untuk mengajarkan bahwa pendaratan di bulan adalah tipuan belaka demi memenangkan perlombaan ekonomi. Di sinilah kita bertemu Joseph Cooper (Matthew McConaughey), seorang mantan pilot uji coba NASA yang terpaksa menjadi petani demi menghidupi kedua anaknya, Tom dan Murph.
2. Panggilan dari “Mereka”
Kehidupan Cooper berubah ketika putrinya, Murph, mengklaim adanya “hantu” di kamarnya yang menjatuhkan buku-buku dari rak. Melalui pendekatan ilmiah, Cooper menyadari bahwa fenomena tersebut bukanlah hantu, melainkan anomali gravitasi yang mengirimkan koordinat geografis dalam kode biner.
Koordinat tersebut membawanya ke fasilitas rahasia NASA yang dipimpin oleh Profesor Brand (Michael Caine). Di sana, Cooper diberi tahu bahwa sebuah lubang cacing (wormhole) telah muncul di dekat Saturnus. Lubang cacing ini diyakini ditempatkan di sana oleh entitas misterius yang disebut sebagai “Mereka” untuk membantu manusia menemukan rumah baru di galaksi lain.
Rencana A dan Rencana B
NASA memiliki dua strategi utama:
-
Rencana A: Memanfaatkan data gravitasi dari dalam lubang hitam untuk meluncurkan stasiun luar angkasa raksasa yang membawa seluruh penduduk Bumi.
-
Rencana B: Jika Rencana A gagal, kru akan membawa ribuan embrio manusia yang dibekukan untuk memulai koloni baru di planet yang layak huni, membiarkan penduduk Bumi yang tersisa punah.
3. Perjalanan Melintasi Lubang Cacing
Cooper setuju untuk memimpin kapal Endurance, ditemani oleh putri Profesor Brand, Amelia Brand (Anne Hathaway), dua ilmuwan lainnya, serta robot cerdas TARS dan CASE. Keberangkatan ini meninggalkan luka mendalam bagi Murph, yang merasa dikhianati karena ayahnya pergi tanpa kepastian kapan akan kembali.
Perjalanan ini membawa mereka ke sistem tata surya lain melalui lubang cacing. Visualisasi lubang cacing dalam film ini dianggap sebagai salah satu yang paling akurat secara ilmiah, berkat kolaborasi erat dengan fisikawan teoretis peraih Nobel, Kip Thorne.
4. Eksplorasi Planet dan Relativitas Waktu
Salah satu aspek paling menarik dari Interstellar adalah penggunaan teori relativitas umum Einstein. Karena mereka berada di dekat Gargantua (sebuah lubang hitam supermasif), waktu berjalan jauh lebih lambat di planet-planet sekitarnya dibandingkan di Bumi.
Planet Miller: Lautan Tanpa Tepi
Planet pertama yang mereka kunjungi adalah planet air. Di sini, satu jam setara dengan tujuh tahun di Bumi. Akibat kesalahan perhitungan dan kecelakaan kecil, mereka menghabiskan waktu beberapa jam di planet tersebut. Saat kembali ke kapal induk, mereka menyadari bahwa 23 tahun telah berlalu di Bumi.
Momen Cooper menonton pesan video dari anak-anaknya yang kini sudah dewasa—melihat mereka tumbuh besar, menikah, dan memiliki anak dalam hitungan menit bagi Cooper—adalah salah satu adegan paling menyayat hati dalam sejarah perfilman.
Planet Mann: Pengkhianatan Manusia
Planet kedua adalah planet es yang dihuni oleh Dr. Mann (Matt Damon), ilmuwan paling brilian dari misi sebelumnya. Namun, kesepian dan rasa takut akan kematian mengubah Mann. Ia memalsukan data agar tim menjemputnya. Pengkhianatan Mann mengakibatkan kerusakan parah pada Endurance dan kematian salah satu anggota kru.
5. Masuk ke Dalam Gargantua dan Tesseract
Dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan misi, Cooper mengorbankan dirinya dengan terjun ke dalam lubang hitam Gargantua agar Amelia Brand memiliki cukup bahan bakar untuk mencapai planet ketiga yang potensial.
Di dalam Gargantua, Cooper tidak mati. Ia justru masuk ke dalam Tesseract, sebuah ruang lima dimensi yang dibangun oleh “Mereka” (yang ternyata adalah manusia masa depan yang telah berevolusi). Di dalam Tesseract, waktu direpresentasikan secara fisik. Cooper dapat melihat setiap momen di kamar masa kecil Murph.
Ia menyadari bahwa “hantu” yang dilihat Murph dulu adalah dirinya sendiri. Melalui manipulasi gravitasi pada jarum jam tangan yang ia berikan kepada Murph, Cooper mengirimkan data kuantum yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persamaan Rencana A.
6. Sains di Balik Layar
Interstellar sangat dipuji karena komitmennya pada sains. Beberapa poin penting meliputi:
-
Visualisasi Gargantua: Tim efek visual membangun perangkat lunak baru berdasarkan persamaan fisika sungguhan untuk merender lubang hitam. Hasilnya begitu akurat sehingga para ilmuwan mendapatkan data baru tentang bagaimana cahaya berperilaku di sekitar event horizon.
-
Dilatasi Waktu: Penggambaran bagaimana gravitasi memengaruhi waktu bukanlah sekadar alat plot, melainkan fakta fisika.
-
Desain Kapal: Kapal Endurance menggunakan rotasi untuk menciptakan gravitasi buatan melalui gaya sentrifugasi, sebuah konsep yang sangat mungkin diterapkan di masa depan.
7. Tema Utama: Cinta sebagai Dimensi Kelima
Meskipun dipenuhi dengan istilah fisika kuantum dan astrofisika, inti dari Interstellar adalah emosi. Amelia Brand menyampaikan sebuah dialog kunci bahwa cinta adalah satu-satunya hal yang mampu melampaui dimensi ruang dan waktu.
Film ini mengeksplorasi insting bertahan hidup manusia. Dr. Mann mewakili insting bertahan hidup yang egois, sementara Cooper mewakili insting bertahan hidup yang kolektif melalui cinta kepada keluarganya.
8. Musik dan Sinematografi
Skor musik gubahan Hans Zimmer sangat ikonik. Berbeda dengan film luar angkasa lain yang menggunakan instrumen perkusi besar, Zimmer menggunakan organ gereja untuk memberikan nuansa religius, megah, sekaligus sunyi.
Sinematografi oleh Hoyte van Hoytema memberikan tekstur yang nyata. Nolan memilih untuk meminimalkan penggunaan green screen dan lebih banyak menggunakan miniatur serta set praktis, memberikan kesan “kotor” dan nyata pada teknologi masa depan tersebut.
9. Penutup: Akhir yang Penuh Harapan
Film berakhir dengan kesuksesan Murph menyelamatkan umat manusia menggunakan data dari ayahnya. Cooper ditemukan mengambang di luar angkasa setelah Tesseract runtuh dan diselamatkan oleh manusia yang kini tinggal di stasiun luar angkasa raksasa yang mengorbit Saturnus.
Meskipun ia akhirnya bertemu kembali dengan Murph yang sudah tua dan di ambang kematian, Cooper menyadari bahwa tempatnya bukan di sana. Ia kembali berangkat ke luar angkasa untuk mencari Amelia Brand yang sedang membangun koloni manusia di planet ketiga (Planet Edmunds).
Kesimpulan Interstellar adalah sebuah puisi visual tentang tempat manusia di alam semesta. Ia menantang kita untuk melihat ke atas, ke arah bintang-bintang, daripada hanya menunduk melihat debu. Dengan durasi hampir tiga jam, film ini memberikan pengalaman yang akan terus membekas di benak penontonnya lama setelah layar menjadi hitam.

