Rajah Film Horor/Thriller 26 Feb 2026 Teror gaib yang mengincar nyawa Nilam dan Cakra, melibatkan tradisi Jawa kuno.

Menguak Misteri “Rajah”: Ketika Tradisi Jawa Kuno Berujung Teror Mematikan
Oleh: JETSPIN88
Pada Tanggal: 14/02/2026
Industri perfilman horor Indonesia kembali mencapai puncaknya di awal tahun 2026. Setelah kesuksesan berbagai film bertema klenik di tahun-tahun sebelumnya, kini giliran film “Rajah” yang siap menggebrak bioskop. Mengambil premis tentang perjanjian gelap dan tradisi mistis yang hampir terlupakan, “Rajah” bukan sekadar film horor yang mengandalkan jump scare, melainkan sebuah perjalanan psikologis ke dalam kegelapan sosiokultural masyarakat Jawa kuno.
Sinopsis: Taruhan Nyawa di Ujung Tinta Gaib
Cerita berpusat pada Nilam dan Cakra, sepasang kakak beradik yang kembali ke desa kelahiran mereka setelah bertahun-tahun merantau di Jakarta. Kepulangan mereka bukan tanpa alasan; kematian misterius ayah mereka yang dianggap “tidak wajar” memaksa mereka untuk mengurus warisan rumah tua yang selama ini terbengkalai.
Namun, alih-alih menemukan ketenangan, Nilam dan Cakra justru menemukan rahasia kelam yang disembunyikan di balik dinding-dinding kayu rumah tersebut. Mereka menemukan sebuah peti kayu berisi naskah kulit kerbau yang dipenuhi dengan simbol-simbol aneh—sebuah Rajah. Tanpa disadari, membuka peti tersebut adalah awal dari kontrak darah yang tidak bisa dibatalkan.
Nilam mulai mengalami penglihatan mengerikan, sementara Cakra mendapati tubuhnya mulai ditumbuhi simbol-simbol yang sama dengan yang ada di naskah tersebut. Mereka kini diburu oleh entitas gaib yang menuntut “bayar utang” atas janji yang dibuat oleh leluhur mereka di masa lalu.
Kedalaman Tema: Tradisi vs Logika Modern
Salah satu kekuatan utama dari film “Rajah” adalah bagaimana sang sutradara membenturkan logika modern anak muda kota dengan tradisi mistis yang kental.
1. Filosofi Rajah dalam Budaya Jawa
Dalam budaya Jawa, Rajah sebenarnya adalah rangkaian simbol, huruf, atau angka yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk perlindungan, pengasihan, atau kekuatan. Namun, dalam film ini, sisi gelap dari Rajah dieksplorasi. Rajah yang ditemukan Nilam adalah jenis Rajah Kolocokro yang telah diselewengkan untuk kepentingan pesugihan.
2. Hubungan Kakak-Beradik yang Rapuh
Di tengah teror gaib, dinamika antara Nilam dan Cakra menjadi jangkar emosional film ini. Trauma masa lalu mereka tentang sosok ayah yang keras dan dingin perlahan terungkap, memberikan lapisan drama yang kuat di balik ketegangan horor.
Estetika Visual dan Atmosfer “Folk Horror”
Film “Rajah” mengadopsi gaya folk horror yang sangat kental. Lokasi syuting yang dilakukan di pelosok Jawa Tengah memberikan nuansa otentik. Kabut pegunungan, hutan jati yang gersang, serta pencahayaan temaram menciptakan atmosfer “tercekik” bagi penonton.
Penggunaan praktikal efek (prostetik) untuk menggambarkan transformasi tubuh Cakra yang dirajah secara gaib dipuji oleh para kritikus karena terlihat sangat organik dan mengerikan, menghindari ketergantungan pada CGI yang berlebihan.
Mengapa Anda Harus Menonton “Rajah”?
Jika Anda adalah penggemar horor yang menyukai cerita dengan riset budaya yang mendalam, “Rajah” adalah tontonan wajib. Berikut beberapa poin menariknya:
-
Akurasi Budaya: Konsultan spiritual dilibatkan untuk memastikan simbol-simbol yang digunakan tetap dalam koridor fiksi namun terasa nyata secara filosofis.
-
Akting Memukau: Chemistry antara aktor utama berhasil membangun rasa takut yang menular kepada penonton.
-
Plot Twist: Akhir film ini menjanjikan kejutan yang akan membuat Anda mempertanyakan kembali apa arti “warisan” yang sesungguhnya.
Kesimpulan
“Rajah” bukan hanya film tentang hantu yang mengejar manusia, tapi tentang bagaimana masa lalu tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu saat yang tepat untuk muncul kembali dalam bentuk yang paling mengerikan. Siapkan mental Anda untuk menyaksikan salah satu film horor paling ambisius di tahun 2026 ini.

