Superman James Gunn adalah Definisi Ulang Superhero 2025

Superman (2025): Garapan James Gunn yang dibilang berhasil mengembalikan sisi optimis dan ceria dari Sang Man of Steel. Sangat segar untuk genre superhero.

Superman
Superman

Fajar Baru Metropolis: Mengapa Superman (2025) James Gunn adalah Definisi Ulang Superhero Modern

Oleh: MELEDAK77
Pada Tanggal: 01/01/2026

Dunia perfilman pahlawan super (superhero) telah mencapai titik jenuh dalam satu dekade terakhir. Penonton mulai merasa lelah dengan konsep multiverse yang membingungkan, CGI yang terlihat terburu-buru, dan nada film yang terlalu gelap atau terlalu sinis. Di tengah kelelahan global ini, James Gunn hadir dengan sebuah proyek ambisius yang sederhana namun revolusioner: Superman (2025).

Bukan sekadar reboot, film ini adalah sebuah pernyataan sikap. Film ini menandai berakhirnya era Snyderverse yang kelam dan dimulainya DC Universe (DCU) yang baru. Namun, yang paling penting, film ini berhasil mengembalikan esensi dasar dari Clark Kent: seorang pria baik hati yang memiliki kekuatan dewa, namun tetap memilih untuk menjadi manusia yang paling tulus.

1. Kembalinya Optimisme: Antitesis terhadap “Grim and Gritty”

Sejak Man of Steel (2013), Superman sering digambarkan sebagai sosok mesianik yang terbebani oleh kekuatannya. Dia adalah alien yang merasa terasing, penuh keraguan, dan hidup dalam palet warna yang pudar (desaturated). James Gunn mengambil arah yang berlawanan 180 derajat.

Dalam Superman (2025), kita melihat Metropolis yang penuh warna. Langitnya biru cerah, kotanya futuristik namun ramah, dan kostum Superman memiliki warna merah dan biru yang tajam. Gunn memahami bahwa Superman bukan tentang beban kekuatan, tetapi tentang harapan. Superman versi David Corenswet adalah sosok yang tersenyum saat menolong kucing di atas pohon, yang menyapa warga kota dengan sopan, dan yang menjadi simbol bahwa kebaikan bukanlah sebuah kelemahan.

2. David Corenswet: Warisan dan Wajah Baru

Pemilihan David Corenswet sebagai Clark Kent/Superman adalah langkah jenius. Secara fisik, ia memiliki kemiripan yang luar biasa dengan Christopher Reeve, namun dengan karisma modern yang unik.

Corenswet berhasil membawakan dualitas karakter dengan sempurna:

  • Sebagai Clark Kent: Dia bukan sekadar pria kikuk yang bersembunyi di balik kacamata. Dia adalah jurnalis yang cerdas, memiliki empati tinggi, dan memegang teguh nilai-nilai dari Smallville.

  • Sebagai Superman: Dia menunjukkan otoritas tanpa harus terlihat mengintimidasi. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi siapa saja yang melihatnya.

Transformasi fisik Corenswet juga mengesankan, namun bukan ototnya yang menjadi sorotan utama, melainkan “mata” yang memancarkan kehangatan. Ini adalah Superman yang ingin Anda ajak bicara, bukan Superman yang Anda takuti.

3. Dinamika Chemistry: Lois Lane dan Jimmy Olsen

Sebuah film Superman hanya akan sekuat karakter pendukungnya. Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane memberikan performa yang enerjik dan tajam. Lois di film ini adalah jantung dari Daily Planet—seorang jurnalis investigasi yang tak kenal takut, mandiri, dan tidak sekadar menjadi “gadis dalam bahaya”. Hubungannya dengan Clark dibangun atas dasar profesionalisme dan rasa hormat yang tumbuh menjadi cinta yang tulus.

Kehadiran Skyler Gisondo sebagai Jimmy Olsen juga memberikan warna komedi dan kehangatan yang selama ini hilang dari adaptasi layar lebar sebelumnya. Dinamika antara ketiganya di kantor Daily Planet memberikan nuansa workplace comedy yang menyegarkan di sela-sela aksi besar.

4. Musuh dan Ideologi: Lex Luthor Versi Nicholas Hoult

Nicholas Hoult membawakan Lex Luthor yang sangat berbeda. Dia bukan ilmuwan gila yang eksentrik, melainkan seorang intelektual narsisistik yang merasa terancam oleh keberadaan Superman.

Bagi Luthor, Superman adalah penghinaan terhadap pencapaian manusia. “Mengapa kita harus memuja alien, sementara ada manusia jenius yang bisa membangun peradaban?” Ideologi inilah yang membuat konflik di film ini terasa berbobot. Ini bukan sekadar pertarungan fisik, melainkan perbenturan filosofi antara ego manusia yang tak terbatas melawan kebaikan yang tanpa pamrih.

5. Dunia yang Sudah “Penuh” dengan Pahlawan

Salah satu poin paling menarik dari arahan James Gunn adalah Superman tidak masuk ke dunia yang kosong. Saat Superman muncul, dunia sudah memiliki superhero lain seperti Guy Gardner (Green Lantern), Hawkgirl, dan Mister Terrific.

Langkah ini menunjukkan betapa istimewanya Superman. Di tengah pahlawan lain yang mungkin memiliki ego besar atau metode yang kasar, Superman hadir sebagai standar moral yang baru. Dia menjadi “kompas” bagi komunitas superhero lainnya. Ini memberikan kedalaman pada cerita; Superman tidak perlu belajar cara menjadi pahlawan, dia harus belajar bagaimana menginspirasi dunia yang sudah mulai kehilangan arah.

6. Kualitas Visual dan Soundtrack

James Gunn, yang dikenal lewat Guardians of the Galaxy, membawa selera musik dan visual yang luar biasa.

  • Efek Visual: Penggunaan CGI di film ini terasa sangat halus. Adegan terbang Superman terasa nyata, memiliki bobot, dan aerodinamis.

  • Musik: Skor musik baru yang menggantikan tema ikonik John Williams berhasil menciptakan identitasnya sendiri. Musiknya megah, penuh kemenangan, dan mampu membangkitkan emosi di saat-saat krusial.

7. Pesan Moral: Kebaikan sebagai Pilihan

Inti dari Superman (2025) adalah sebuah pertanyaan: Apakah menjadi orang baik masih relevan di dunia modern?

Film ini menjawab dengan tegas: Ya. Melalui latar belakang keluarga Kent (Jonathan dan Martha), Gunn menekankan bahwa kekuatan Superman bukan berasal dari sel-sel Krypton yang menyerap radiasi matahari kuning, melainkan dari asuhan orang tuanya di Kansas.

Film ini mengingatkan kita bahwa Superman bisa saja menjadi diktator atau penguasa dunia, tetapi dia memilih untuk menjadi pelayan masyarakat. Pesan ini sangat kuat di tengah dunia yang saat ini penuh dengan konflik dan sinisme sosial.

8. Kesimpulan: Mengapa Anda Wajib Menontonnya?

Superman (2025) bukan hanya film terbaik di tahun 2025, tetapi mungkin salah satu film superhero terbaik sepanjang masa. James Gunn berhasil membuktikan bahwa kita tidak perlu mengubah Superman menjadi karakter yang “gelap” agar dia terasa modern. Kita hanya perlu membiarkan Superman menjadi Superman.

Ini adalah film yang bisa dinikmati oleh anak-anak yang ingin melihat pahlawan mereka terbang, dan juga oleh orang dewasa yang membutuhkan pengingat bahwa harapan itu masih ada. Jika Anda mencari film yang akan membuat Anda keluar dari bioskop dengan perasaan bahagia dan terinspirasi, maka Superman adalah jawabannya.

Scroll to Top