Kuyank: Cinta, Kutukan, dan Teror Mitologi Kalimantan 2026

Kuyank (29 Januari): Film horor yang mengangkat urban legend Kalimantan tentang hubungan cinta yang terhalang kutukan. film “Kuyank” yang dijadwalkan tayang pada 29 Januari 2026, Artikel ini disusun dengan tinjauan budaya, analisis sinematik, serta eksplorasi mitologi Kalimantan.

kuyank
kuyank

Menyingkap Tabir Kelam di Balik “Kuyank”: Cinta, Kutukan, dan Teror Mitologi Kalimantan

Oleh: MELEDAK77
Pada Tanggal: 03/01/2026

Industri perfilman horor Indonesia kembali menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Setelah kesuksesan berbagai film bertema urban legend lokal, kini giliran mitologi dari tanah Kalimantan yang diangkat ke layar lebar melalui film berjudul “Kuyank”. Dijadwalkan rilis pada 29 Januari 2026, film ini menjanjikan pengalaman horor yang berbeda—bukan sekadar kejutan visual (jumpscare), melainkan sebuah tragedi romansa yang dibalut dengan kutukan kuno yang mengerikan.

1. Fenomena Kuyang dalam Budaya Populer

Kuyang bukanlah sosok baru dalam khazanah horor Indonesia. Di Kalimantan, ia dikenal sebagai manusia (biasanya wanita) yang menuntut ilmu hitam demi kecantikan abadi atau kekayaan. Pada malam hari, kepalanya akan terlepas dari tubuhnya, membawa serta organ dalam (jantung, paru-paru, dan usus) yang terbang mencari darah bayi atau darah wanita yang baru melahirkan.

Film “Kuyank” mencoba mendobrak stigma bahwa film bertema ini hanyalah horor “murahan”. Dengan pendekatan sinematografi yang lebih artistik dan narasi yang kuat, sutradara mencoba membawa penonton menyelami psikologi di balik sosok yang dikutuk tersebut.

2. Sinopsis: Antara Pengabdian dan Pengkhianatan

Berlatar di sebuah desa terpencil di pedalaman Kalimantan Timur yang dikelilingi hutan hujan yang lebat, film ini mengikuti kisah Bima, seorang pemuda kota yang baru saja pindah ke desa tersebut untuk mengabdi sebagai tenaga medis. Di sana, ia jatuh cinta pada Sari, seorang wanita lokal yang pendiam, cantik, namun menyimpan misteri besar.

Cinta mereka tumbuh di tengah suasana desa yang mencekam. Namun, kebahagiaan itu mulai retak saat satu per satu bayi di desa tersebut meninggal secara misterius. Warga desa mulai mencurigai adanya “Kuyank” yang berkeliaran. Bima, sebagai orang medis yang rasional, awalnya menolak percaya pada takhayul tersebut. Namun, kenyataan pahit menghantamnya saat ia menemukan rahasia kelam di balik silsilah keluarga Sari.

Ternyata, Sari mengemban kutukan turun-temurun. Ia adalah pewaris ilmu hitam yang tidak bisa ia tolak. Konflik batin pun memuncak: Apakah Bima harus menyelamatkan wanita yang dicintainya, atau ia harus berpihak pada keselamatan warga desa dan menghancurkan sosok monster yang bersemayam dalam tubuh kekasihnya?

3. Eksplorasi Lokasi dan Atmosfer Hutan Kalimantan

Salah satu kekuatan utama film ini adalah pengambilan gambarnya yang dilakukan langsung di lokasi-lokasi autentik di Kalimantan. Penonton akan disuguhkan pemandangan hutan tropis yang megah namun terasa menyesakkan (klaustrofobik).

Penggunaan kabut alami, suara-suara fauna malam yang asli, serta desain set rumah panggung kayu menambah kesan realis yang kuat. Film ini tidak hanya menjual sosok hantu yang terbang, tetapi juga membangun ketegangan lewat “kesunyian” hutan yang bisa berubah menjadi maut dalam sekejap.

4. Akting dan Karakterisasi

Dibintangi oleh jajaran aktor papan atas, “Kuyank” menampilkan akting yang sangat emosional:

  • Pemeran Utama Pria: Menampilkan transformasi karakter dari sosok yang skeptis menjadi pria yang hancur secara emosional.

  • Pemeran Sari: Aktris yang memerankan Sari harus menjalani transisi sulit antara menjadi kekasih yang rapuh dan makhluk haus darah yang mengerikan. Efek riasan (practical effects) yang dipadukan dengan CGI canggih membuat sosok Kuyank dalam film ini terlihat sangat nyata dan mengerikan.

5. Pesan Moral: Harga dari Kecantikan dan Keabadian

Di balik terornya, “Kuyank” membawa pesan sosial tentang obsesi manusia terhadap kecantikan fisik dan umur panjang. Film ini menyentil bagaimana manusia seringkali rela mengorbankan kemanusiaannya demi sesuatu yang fana. Kutukan dalam film ini digambarkan sebagai beban psikologis—sebuah penjara bagi pelakunya yang sebenarnya juga merupakan korban dari tradisi dan pilihan masa lalu leluhurnya.

6. Mengapa Anda Harus Menonton “Kuyank”?

Ada beberapa alasan mengapa “Kuyank” diprediksi akan menjadi box office di bulan Januari 2026:

  1. Pendekatan Cerita yang Segar: Menggabungkan elemen folk horror dengan drama romantis yang tragis.

  2. Kualitas Visual: Penggunaan teknologi CGI terbaru untuk merender organ dalam yang terbang secara detail, memberikan standar baru bagi efek visual horor Indonesia.

  3. Representasi Budaya: Mengenalkan lebih dalam tentang adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Kalimantan kepada audiens global.


Detail Produksi:

  • Tanggal Rilis: 29 Januari 2026

  • Genre: Horor / Drama / Supernatural

  • Sutradara: (Segera diumumkan)

  • Klasifikasi Usia: 17+ (Diberikan karena konten kekerasan dan horor yang intens)


Penutup: “Kuyank” bukan sekadar film tentang hantu kepala terbang. Ini adalah sebuah surat cinta untuk mitologi nusantara yang dikemas dengan kualitas produksi internasional. Pastikan Anda tidak menonton sendirian saat film ini menghantui layar bioskop mulai akhir Januari mendatang.

Scroll to Top